Ancam Keselamatan Pengguna, Ketua MP3S dan Basori, Sorot Pembangunan Jembatan di Rubaru


MEDIA MATA BIND SUMENEP - Pembangunan jembatan yang menghubungkan dua desa, yakni desa Mandala dan desa Pakondang kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mendapat sorotan dari ketua Ormas Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S) dan warga Basori aktivis pemuda setempat. Karena pembangunan jembatan tersebut dinilai belum sepenuhnya selesai, sehingga dapat mengancam keselamatan pengguna yang melintas, bahkan telah menyebabkan terjadinya insiden kecelakaan. Kamis (28/3/2025)

Musahnan, S.E., ketua Ormas Masyarakat Peduli Percepatan Pembangunan Sumenep (MP3S) mengatakan, setelah melihat kondisi pembangunan jembatan di kecamatan Rubaru, yang menghubungkan desa Mandala dan Pakondang, itu belum sepenuhnya selasai, sehingga berakibat insiden kecelakaan, pengendara sepeda motor terjatuh.

"Saya lihat, pembangunan jembatan itu belum sepenuhnya selesai, karena tidak dilakukan pengaspalan, sehingga permukaannya tidak rata, terlihat bertebaran material Sirtu (pasir dan batu," jelas Sahnan panggilannya.

Menurut Sahnan, hamparan material Sirtu dibagian badan jalan mengarah ke badan jembatan nampaknya tidak rata, tentu yang seperti ini dapat mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua atau sepeda motor.

"Setelah melihat kondisi pembangunan jembatan yang menghubungkan dua Desa tersebut, kalau memang itu kontruksi bangunannya, dimana permukaan jembatan dengan badan jembatan tidak rata atau tidak stabil. Sebenarnya kondisinya tidak terlalu berat, namun sangat membahayakan," tegasnya.

Oleh karena itu kata Sahnan, Dinas terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar secepatnya melakukan perbaikan atau pengaspalan jalan.

"Menurut saya itu sangat urgen (mendesak), karena membahayakan, apalagi telah jatuh korban kecelakaan. Jadi, harus segera dilakukan perbaikan," imbuhnya.

Lanjut Sahnan menyarankan, agar masyarakat melalui pemerintahan setempat, yakni Desa atau Kecamatan melaporkan secara tertulis ke Dinas PUTR Sumenep terkait urgensi dan kondisi jembatan dan badan jalan.

"Masyarakat yang laporan atau informasikan melalui desa atau camat setempat, disampaikan ke Dinas terkait (red, PUTR) artinya pemberitahuan bahwa sangat membahayakan jika perbaikan tidak dilakukan. 

Harapannya kata Sahnan, melalui sarana pemberitaan ini segera diketahui oleh pihak Dinas PUTR ataupun pihak kontraktornya. 

"Jika pengaspalan jalan include (red, termasuk) dalam pekerjaan pembangunan jembatan itu, kontraktornya harus mengetahui dan segera dilakukan perbaikan. Jadi, segera menyampaikan kondisnya kepada dinas terkait, dan atau kontraktornya," pungkasnya. 

Basori, aktivis pemuda yang mewakili keresahan warga setempat, sangat berterimakasih kepada MP3S karena dengan cepat merespon dengan positif. Harapan saya semoga ketua MP3S bisa mendesak dinas terkait untuk sesegera mungkin melaksanakan pengaspalan di jembatan itu.

"Dan harapan besar dari saya dan juga masyarakat mengharap supaya ketua MP3S benar-benar membantu masyarakat. Dan apabila dinas terkait tetap membungkam maka saya bersama masyarakat siap turun jalan untuk menyuarakan didepan kantor dinas terkait," ujarnya.

Kata Basori, kecelakaan kedua terjadi ketika sebuah mobil nyaris terguling akibat konstruksi jembatan tidak stabil. Dari kedua insiden tersebut, beruntung korban selamat, hanya mengalami luka-luka.

Situasi ini memantik reaksi keras dari para aktivis pemuda Rubaru, salahsatunya yakni Basori, sangat menyayangkan lambannya respon pemerintah dalam memperbaiki jembatan yang telah lama dikeluhkan warga.

"Sudah ada dua kali kecelakaan, apakah harus menunggu korban jiwa baru ada tindakan? Ini masalah serius! Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi pembangunan jembatan ini. Ada yang keliru dalam perencanaannya, entah dari segi material atau konstruksi," tukas Basori sebagaimana dalam pemberitaan media ini sebelumnya.

Sementara, reporter media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak Dinas PUTR Pemerintah Kabupaten Sumenep, ataupun kontraktornya. Namun, akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait pembangunan berkelanjutan terhadap jembatan kecamatan Rubaru, yang diperkirakan menelan anggaran senilai 2,4 miliar rupiah.

(Ong)

Post a Comment

MEDIA MATA BIND

Lebih baru Lebih lama