MEDIA MATA BIND UMENEP - Jembatan penghubung antara Desa Mandala dan Desa Pakondang Kecamatan Rubaru Kabupaten Sumenep kembali memakan korban. Dalam sepekan terakhir, telah terjadi dua kecelakaan di lokasi jembatan tersebut, yang diduga akibat kondisi jembatan tidak layak dan membahayakan pengguna. Adanya insiden kecelakaan tersebut memantik kemarahan aktivis pemuda (warga) setempat. Rabu (26/3/2025)
Informasi yang berhasil dihimpun media dari warga setempat, kecelakaan pertama menimpa seorang pengendara motor yang terjatuh akibat permukaan jembatan yang licin dan berlubang.
Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi ketika sebuah mobil nyaris terguling akibat konstruksi jembatan tidak stabil. Dari kedua insiden tersebut, beruntung korban selamat, hanya mengalami luka-luka.
Situasi ini memantik reaksi keras dari para aktivis pemuda Rubaru, salahsatunya yakni Basori, sangat menyayangkan lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki jembatan yang telah lama dikeluhkan warga.
"Sudah ada dua kali kecelakaan, apakah harus menunggu korban jiwa baru ada tindakan? Ini masalah serius! Kami mendesak pemerintah segera mengevaluasi pembangunan jembatan ini. Ada yang keliru dalam perencanaannya, entah dari segi material atau konstruksi," tukasnya.
Lebih lanjut Basori menekankan, bahwa infrastruktur penghubung antar desa seharusnya dibangun dengan standar keamanan yang tinggi, mengingat jembatan ini menjadi jalur utama bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
"Mengaharap secepatnya dilakukan pengaspalan dan berharap semoga Camat Rubaru juga membantu untuk menyuarakan kepada pihak terkait. Apabila dalam beberapa hari tidak ada respon positif, maka jangan salahkan saya apabila tetap mendasak kepada dinas terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai," tegasnya.
Menurut Basori, warga berharap pihak berwenang segera turun tangan sebelum kejadian serupa terulang. Mereka meminta perbaikan jembatan dilakukan dengan serius agar tidak ada lagi korban akibat kelalaian dalam pembangunan infrastruktur.
Hingga berita ini tayahg, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan masalah ini. Dan akan dilakukan konfirmasi dan klarifikasi tindak lanjut.
(Ong/rekan)
Posting Komentar
MEDIA MATA BIND